Hidup Adalah Pilihan


Hidup Adalah Pilihan

        Salam jumpa lagi bersama aku Anis. Terima kasih buat kamu yang tidak merasa terganggu dengan kehadiran tulisanku, dan aku harap kamu tidak bosan membacanya, atau kalau kamu merasa kurang menarik boleh di Skip ya...
        Kali ini aku mau cerita ke kamu, ya... Kamu yang sedang membaca tulisan ini. Mungkin kamu belum atau sudah tahu tentang bagaimana aku mengalami kehilangan dua buah laptop. Ada dua perspektif berbeda saat beberapa orang yang coba menyikapi atau menanggapi kejadian yang aku alami.
Seorang datang kepada saya dan berkata:
"Nis kalau aku jadi kamu saat kejadian itu, aku mungkin marah sejadi-jadinya, atau bahkan semua orang di sekitarku aku salahkan, apalagi di dalamnya ada materi skripsi kamu, dan data-data penting lainnya".
        Ini adalah salah satu perspektif yang aku dapat kan dan mungkin yang lain akan menganggapnya "ini sepele, karena masalahnya lebih besar daripada apa yang aku alami".
Apakah ada yang salah dari dua pernyataan atau pandangan di atas? Bagaimana menurut  interpretasi kamu?...
        Ok untuk pernyataan ini aku pikir mari kita keluar dari penilaian benar atau salah, karena keduanya menggunakan perspektif yang berbeda yang bisa jadi dipengaruhi oleh pengalaman pribadi atau pengalaman-pengalaman orang yang dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kamu pasti bertanya kan? Terus sikap kamu apa nis? Aku hanya bisa berkata bahwa aku bersyukur karena aku punya "ketenangan".
       Ya, ketenangan itu yang membuat aku tidak gegabah untuk mengambil keputusan. Berbicara tentang ketenangan, aku punya cerita buat kamu bagaimana bisa aku mampu mengendalikan sikapku, setidaknya sedikit lebih terkendali, ingat se-di-kit!!! ya ga banyak karena aku juga masih berproses. Selain karena aku tumbuh dari masa laluku, aku punya banyak komunitas, baik komunitas yang kuanggap senasib sepenanggungan, dan komunitas yang ada di luarku. Kali ini aku akan lebih ke sebuah komunitas yang ada di luarku, di sini aku tidak sedang membeda-bedakan ya, hanya sebuah penekan terhadap identitas diri aja, dan aku harap kamu mengerti maksudku.
Komunitas itu sendiri bernama Choice, ya kamu pasti kaget kan mengapa aku menyebut Choice, atau kamu senang ya mungkin karena kita dalam komunitas yang sama. Banyak hal yang aku belajar dari Choice, dari arti katanya aja Choice itu adalah pilihan, ditambah dengan motonya
"To know to love and to serve you",
        Aku mungkin tidak perlu jelas secara mendetail arti dari moto di atas, buat kamu yang penasaran,  "carilah maka kamu akan mendapatkan" hehehe
        Karena di sini di komunitas ini kamu akan berpapasan dengan lautan kasih yang tidak bakal menenggelamkanmu, namun bahagia   dalam pelayaran bersama, di atas gelombang kehidupan. Hal yang akan aku beritahu ke kamu adalah tentang pilihan itu sendiri, "HIDUP ADALAH PILIHAN" kamu bebas memilih tentang bagaimana dan apa yang kamu lakukan dalam setiap situasi kamu,
           Setiap orang bebas memilih untuk dirinya bisa marah, memilih dirinya untuk menangis, Untuk tenang, untuk membenci, dan lain sebagainya, namun di choice kamu akan menemukan "Bukan perasaan kamu yang mengendalikan kamu, Tapi kamulah yang mengendalikan perasaan kamu, Jangan diperbudak oleh perasaan kamu". dan oleh karena hidup itu pilihan, maka aku memilih untuk setidaknya lebih tenang dalam menghadapi masalahku.

Sekian dulu ya untuk kali ini, dan terima kasih telah membaca

Yohanes Ngaga

Komentar

Postingan Populer